Kamis, 28 Januari 2016

KENIKMATAN ADALAH UJIAN


KENIKMATAN ADALAH UJIAN
Saudaraku…!
Hari ini orang memahami bahwa ujian itu sesuatu tidak menyenangkan. Apabila menimpa disuruh sabar dan tabah. Jarang orang memahami bahwa ujian itu juga sesuatu  yang menyenangkan. Ketika orang mendapat kenikmatan tidak disuruh sabar dan tabah. Padahal ujian yg berat itu justru berupa kesuksesan, kekayaan, kekuasaan, popularitas, dan segala macam kenikmatan lainnya. Apakah kita bisa memanfaatkan itu semua sesuai kehendak Allah? Dalam rangka mencari Ridlo Allah. Ataukah kita lupa diri dengan berbuat kedholiman atas nikmat-nikmat tersebut? Juga adakah kita sadar diri bahwa segala keberhasilan kita adalah nikmat Allah dan amanah Allah yang harus disyukuri. Atau kita congkak dan sombong tanpa sadar diri dgn menganggap bahwa keberhasilan itu adalah karena kepandaian kita, ilmu kita, ulet dan usaha kita. Seperti anggapan Qorun dengan kekayaannya yg berlimpah dia bilang: " Ini semua adalah berkat ilmuku yang hebat sehingga aku kaya". Akhirnya dgn kesombongannya itu dia beserta kekayaannya ditenggelamkan Allah Ta'ala. Syukurilah setiap nikmat karena syukur itu penjaga dan pengikat nikmat agar tidak hilang dari kita, Bahkan dengan syukur akan ditambah  kenikmatan dan keberkahan berlipat-lipat. Adapun Syukur itu kreterianya adalah:
1. Sadarlah bahwa kenikmatan berupa apapun itu murni anugerah Allah, pemberian Allah dan kehendakNya. Bukan krn kehebatan kita.
2. Gunakan kenikmatan itu sesuai dengan SYARI'ATNYA, harta benda dengan banyak sodaqoh, kekuasaan dan kedudukan gunakan untuk membela orang lemah dan yang tertindas dan adili dengan adil siapa saja yg berbuat dholim sehinga mereka jera dengan kedholimannya. Kesehatan gunakan beribadah dan berkarya utk kemanfaatan orang banyak dan juga nikmat-nikmat yang lain. 3 Jangan berubah sifat dan sikap dgn keberhasilan Anda menjadi congkak dan sombong tapi justru dgn kesuksesan Kita menjadi tawadhuk rendah hati terutama kepada fakir miskin dan orang-orang lemah, rakyat bawahan, kepada para buruh kita hargai mrk, kita dudukan diri kita bersama mereka sama rendah dan berdiri sama tinggi niscaya dgn sikap itu justru Allah akan mengangkat derajat kita dunia dan akherat.
Saudaraku…!
Mari kita introspeksi pada diri kita.
Sudahkah kita mensyukuri nikmat Allah dengan kreteria-kriteria tersebut.
Semoga Allah melimpahkan taufik dan hidayah kepada diri kita. Amiiin…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar