KENIKMATAN ADALAH UJIAN
Saudaraku…!
Hari
ini orang memahami bahwa ujian itu sesuatu tidak menyenangkan. Apabila menimpa
disuruh sabar dan tabah. Jarang orang memahami bahwa ujian itu juga
sesuatu yang menyenangkan. Ketika orang
mendapat kenikmatan tidak disuruh sabar dan tabah. Padahal ujian yg berat itu
justru berupa kesuksesan, kekayaan, kekuasaan, popularitas, dan segala macam
kenikmatan lainnya. Apakah kita bisa memanfaatkan itu semua sesuai kehendak
Allah? Dalam rangka mencari Ridlo Allah. Ataukah kita lupa diri dengan berbuat
kedholiman atas nikmat-nikmat tersebut? Juga adakah kita sadar diri bahwa
segala keberhasilan kita adalah nikmat Allah dan amanah Allah yang harus
disyukuri. Atau kita congkak dan sombong tanpa sadar diri dgn menganggap bahwa
keberhasilan itu adalah karena kepandaian kita,
ilmu kita, ulet dan usaha kita. Seperti anggapan Qorun dengan kekayaannya yg
berlimpah dia bilang: " Ini semua adalah berkat ilmuku yang hebat sehingga
aku kaya". Akhirnya dgn kesombongannya itu dia beserta kekayaannya
ditenggelamkan Allah Ta'ala. Syukurilah setiap nikmat karena syukur itu penjaga
dan pengikat nikmat agar tidak hilang dari kita, Bahkan dengan syukur akan
ditambah kenikmatan dan keberkahan
berlipat-lipat. Adapun Syukur itu kreterianya adalah:
1. Sadarlah bahwa kenikmatan berupa apapun itu murni anugerah
Allah, pemberian Allah dan kehendakNya. Bukan krn kehebatan kita.
2. Gunakan kenikmatan itu sesuai dengan SYARI'ATNYA, harta benda
dengan banyak sodaqoh, kekuasaan dan kedudukan gunakan untuk membela orang
lemah dan yang tertindas dan adili dengan adil siapa saja yg berbuat dholim sehinga
mereka jera dengan kedholimannya. Kesehatan gunakan beribadah dan berkarya utk
kemanfaatan orang banyak dan juga nikmat-nikmat yang lain. 3 Jangan berubah
sifat dan sikap dgn keberhasilan Anda menjadi congkak dan sombong tapi justru
dgn kesuksesan Kita menjadi tawadhuk rendah hati terutama kepada fakir miskin
dan orang-orang lemah, rakyat bawahan, kepada para buruh kita hargai mrk, kita
dudukan diri kita bersama mereka sama rendah dan berdiri sama tinggi niscaya
dgn sikap itu justru Allah akan mengangkat derajat kita dunia dan akherat.
Saudaraku…!
Mari kita introspeksi pada diri kita.
Sudahkah kita mensyukuri nikmat Allah dengan kreteria-kriteria
tersebut.
Semoga Allah melimpahkan taufik dan hidayah kepada diri kita.
Amiiin…!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar