Jumat, 29 Januari 2016

PEMBERIAN YANG MEMBAHAGIAKAN



PEMBERIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Seorang Guru yang alim sedang berjalan-jalan santai bersama salah seorang diantara murid-muridnya di sebuah taman. Ketika mereka berdua asyik berjalan  sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah  usang yang lusuh tergeletak di sana. Mereka berdua yakin kalau sepatu itu adalah milik pekerja kebun yg bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera pulang karena telah menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada  Gurunya sambil berujar : “Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang  pohon?  Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ternyata hilang.  Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas..!”
Gurunya yang alim dan bijak itu menjawab : “Ananda, tidak  pantas kita menghibur diri dengan  mengorbankan orang miskin.  Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk  dirinya. Sekarang kamu coba memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian kamu saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.
Sang murid sangat takjub mendengar nasihat gurunya. Dia langsung saja berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu.
Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yg akan terjadi dengan tukang kebun.
Tidak berapa  lama datanglah  pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibaskan kotoran di pakaiannya.  Dia berjalan menuju tempat  sepatunya yg ia tinggalkan sebelum bekerja. Ketika ia mulai memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu mengganjal di dalamnya.
Saat ia keluarkan ternyata. Uang.
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang.
Dia memandangi uang itu berulang-ulang. Seolah-olah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala arah di sekelilingnya ia tidak melihat seorangpun ada di sekelilingnya.
Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil melihat ke langit dan menangis.
Dia berteriak dengan suara tinggi, seolah-olah ia bicara kepada Allah.
“Aku bersyukur kepada-Mu ya Allah. Wahai Allah  Yang Maha Mengetahui. Engkau mengetahui  bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan.
Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari kelaparan dan sakit ”.
Dia terus menangis dalam waktu yang cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia dari Tuhan Yang Maha Pemurah.
Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat dari balik persembunyiannya.
Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung. Ketika itu Guru yang bijak tersebut memasukkan pelajaran kepada muridnya :
“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih daripada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu.?”
Sang murid menjawab :
“Aku sudah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku.  Sekarang aku baru paham dengan makna kalimat yang dulu belum aku pahami selama ini".
"KETIKA KAMU MEMBERI, KAMU AKAN MENDAPATKAN KEBAHAGIAAAN YANG LEBIH BANYAK DARI PADA KAMU MENERIMA/MENGAMBIL".
Sang guru melanjutkan pelajarannya.
Dan sekarang ketahuilah bahwa pemberian itu ada bermacam macam, seperti:
1.     Memaafkan kesalahan orang lain. Walaupun kita mampu melakukan balas dendam adalah suatu pemberian.
2.     Men-Do’a-kan siapapun (tanpa sepengetahuannya) itu adalah  suatu pemberian.
3.     Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk terhadap siapapun juga suatu pemberian.
4.     Menahan diri dari membicarakan kejelekan orang lain/saudaramu di belakang adalah pemberian lagi.
5.     Senyumanmu kepada saudara muslim mu adalah sodaqoh.
6.     Perkataan baikmu kepada saudaramu adalah sodaqoh.
7.     Menyingkirkan benda yg mengganggu perjalanan orang di jalan adalah sodaqoh
Itu semua adalah pemberian. Beramal itu mudah bukan? Orang miskinpun bisa. Jangan sampai kesempatan memberi dimonopoli oleh orang-orang kaya saja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar